Roadshow Myopia Care Goes to School di Al Ummah : 4 Kebiasaan Penting Cegah Myopia pada Anak

Gresik – Kesadaran terhadap myopia pada anak perlu dibangun sejak dini, terutama ketika aktivitas belajar sehari – hari sangat bergantung pada kemampuan penglihatan. Melalui roadshow Myopia Care Goes to School, Natamata hadir di Al Ummah untuk mengajak siswa lebih peduli terhadap kesehatan mata. Dalam kegiatan ini siswa juga mendapatkan edukasi, siswa juga mengikuti pemeriksaan mata untuk membantu mengetahui kondisi penglihatan mereka. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan Natamata Myopia Care yang sebelumnya diperkenalkan melalui Vision Fest Myopia Care – Natamata 2026. Mengusung konsep experiential learning space, Myopia Care Goes to School membawa edukasi dan deteksi dini lebih dekat ke lingkungan sekolah, sehingga dapat menjangkau anak, guru, dan orang tua.

Kehadiran program di sekolah juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk tidak hanya mengetahui pentingnya menjaga kesehatan mata melalui materi edukasi. Pemeriksaan yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan membantu siswa mengenali kondisi penglihatan sejak dini. Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan mata dapat mulai tumbuh dari lingkungan yang dekat dengan keseharian anak.

Direktur Optik Natamata, Muhammad Rijaal Alhaq, S.M., Program ini merupakan bagian dari komitmen Eyelink Group dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mata anak menyoroti pentingnya kondisi penglihatan dalam menunjang aktivitas belajar anak. Menurutnya, penglihatan yang baik memang bukan satu-satunya faktor penentu prestasi, tetapi menjadi salah satu fondasi agar anak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan optimal.

Siswa Diajak Mengenal Myopia pada Anak

Edukasi mengenai myopia pada anak disampaikan oleh dr. Chandra. Dalam sesi tersebut, siswa mendapatkan penjelasan mengenai tanda – tanda myopia yang perlu diperhatikan, mulai dari penglihatan jarak jauh yang kabur, sering menyipitkan mata, mendekati layar televisi hingga mengalami sakit kepala atau mata lelah. Myopia juga dapat terjadi tanpa gejala yang disadari.

Pemahaman mengenai tanda tersebut penting karena anak belum tentu menyadari bahwa penglihatannya mengalami perubahan. Kondisi penglihatan yang dirasakan sehari – hari dapat dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Karena itu, perhatian dari lingkungan sekitar anak turut diperlukan agar perubahan atau keluhan pada penglihatan dapat diketahui lebih awal.

Pembahasan kemudian menyentuh kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan risiko myopia. Aktivitas jarak dekat yang berlebihan, seperti membaca, menulis, dan penggunaan layar, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Faktor orang tua juga dapat mempengaruhi resiko anak mengalami myopia.

Edukasi ini sekaligus mengajak siswa mengenali kebiasaan yang dapat diterapkan dalam keseharian. Perhatian terhadap kesehatan mata tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi juga dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana selama belajar maupun melakukan aktivitas lainnya.

Ada pula kebiasaan sederhana yang dapat mulai diterapkan untuk menjaga kesehatan mata. Siswa dianjurkan untuk melakukan aktivitas di luar ruangan sekitar dua jam sehari, menerapkan aturan 20-20-20 saat melakukan aktivitas jarak dekat, menjaga posisi tubuh ketika belajar, serta memastikan penerangan yang digunakan cukup.

Pemeriksaan mata yang menjadi bagian dari roadshow juga melengkapi edukasi yang diberikan. Dengan adanya edukasi dan pemeriksaan dalam satu rangkaian kegiatan, siswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai kesehatan mata, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi penglihatannya. 

Pemeriksaan mata sejak dini membantu mengenali perubahan pada penglihatan anak yang mungkin belum disadari. Hasil pemeriksaan dapat menjadi informasi awal bagi orang tua untuk menentukan langkah selanjutnya apabila ditemukan gangguan penglihatan. Dengan begitu, kebutuhan penglihatan anak selama mengikuti kegiatan belajar dapat memperoleh perhatian yang sesuai.

Pihak Al Ummah menyambut baik kolaborasi dalam Myopia Care Goes to School. Program ini dinilai memberi manfaat karena siswa tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga kesempatan menjalani pemeriksaan mata sehingga kondisi penglihatan dapat diketahui lebih dini.

Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan oleh orang tua siswa.

“Melalui kegiatan ini, kami jadi semakin tahu bahwa kesehatan mata sangat penting bagi anak dan perlu dijaga sejak dini,” ujar Laila, ibunda Lana, siswa kelas 2.

Kehadiran Myopia Care Goes to School di Al Ummah diharapkan menjadi langkah awal agar perhatian terhadap kesehatan mata anak terus berlanjut, baik di sekolah maupun di rumah. Edukasi yang diterima siswa dapat menjadi mengingat untuk membangun kebiasaan menjaga mata, sementara pemeriksaan membantu meningkatkan perhatian terhadap kondisi penglihatan sejak dini.

Melalui keterlibatan siswa, sekolah, dan orang tua, kepedulian terhadap myopia pada anak diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Kebiasaan sederhana sehari – hari serta pemeriksaan mata sejak dini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga penglihatan anak selama masa belajar dan tumbuh kembangnya.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *